Debu-Debu "Sayten.."

Kelmarin,
Di dalam episod kehidupan sangkaku lurus,
Terkabur sebentar pandangan ini,
Kerna disampuk angin dan debu,
Bisa mengusik persepsi pandanganku,
Menangis aku untuk seketika,

Mereka segera berlari dan menghambatku,
Lantas disentak erat nadi perjalanan akalku,
Mereka bisa berbisik padaku,
Tersenyum aku,
Lalu terhenti,
Puas,

Katanya,
Usah dihiraukan gelora debu itu,
Masih luas padang pasir ini,
Bertaburan tuhan-tuhan yang berkeliaran,
Telah berkali diingatkan padaku,
(Jaga-jaga) Say.ten, Say.ten,
Masih belum dapat difahami,

Apa erti sebenarnya,
Masih belum cukup untuk dimengertikan,
Apa ada dalam persoalan,
Lantas menjadi keliru semakin menjadi,
Dan demi kekeliruan yang mengelirukan,
Dihitung sebentar kewarasan,

Lantas kantong tua menjadi pencarianku,
Dikoreklah sedalam-dalamnya,
Mungkin takdir akan kembalikanku pada kenyataan,
Dan takdir berada di mana-mana,
Hiba pabila dia berbisik,
Kau telah pun terjatuh,

Berjuta detik terkambus sama,
Dalam kekalutan yang menelan puas,
Segala kematangan telah meragut ganas,
Kini aku mula mengerti,
Dan terkenang zaman baghalku,
Say.ten.....Satan..

-1998-

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

MENANGGUK DI AIR YANG KERUH

APAKAH AVM DAN BENARKAH ANDA HANYA MENGALAMI MIGRAIN?

PEMIKIRAN KREATIF