BERUANG DI PADANG PASIR

Oleh - Hesmel Faznee Faisal

Beruang itu mati dahulu,
Anak beruang mati beragan,
Perang ini bukan perang baru,
Hanya perang berpelurukan perasaan,

Seekornya mati,
Persis tiada apa yang berlaku,
Tersenyum, menangis semuanya sekali,
Hanya takdir yang mengalir berlalu,

Beruang ini kan senyum kembali,
Pabila bau belerang hilang dari tubuhmu,
Si kecil kan tersenyum sendiri,
Memeluk beruang seperti selalu,

Ini satu kisah tersendiri,
Atas kepala ia terus berlalu,
Ini kitab orang yang mati,
Dari sekarang hingga dahulu,

Tiada apa yang tersendiri,
Hanya perang memuja nafsu,
Tiada agama tiada kepentingan sendiri,
Hanya sekadar membina pintu,

Sedarah dan sendiri dua pemalu,
Masing-masing tiada sebulu,
Mencari kasih mencari rindu,
Akhirnya mati tertelan peluru..

29 Januari 2009
Open University Malaysia

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

MENANGGUK DI AIR YANG KERUH

APAKAH AVM DAN BENARKAH ANDA HANYA MENGALAMI MIGRAIN?

PEMIKIRAN KREATIF